Dulu, sebelum waktu berjalan terlalu laju sampai saat ini,
kau pernah membuka sebuah pintu, ya.. pintu dari sebuah ruang, dan kau persilahkan
aku untuk memasukinya. Kau bawa aku untuk membuka pintu itu dengan kunci yg kau
genggam, kau persilahkan aku untuk memasukinya, terhampar di depanku sebuah
ruangan yang nyaman, tenang dan mambuat semua terasa indah.
Waktu pun terus melaju, kau biarkan aku tinggal dan berdiam
di tempat yang sangat nyaman itu, namun semakin hari lampu di ruang itu semakin
meredup, ya..semakin kesini semakin berkurang cahaya yang ada pada ruangan itu,
hingga sampai pada saat dimana lampu itu benar-benar mati !.
Aku tau, saat semua penerangan di ruang itu kau redupkan
hingga akhirnya kau matikan, kau sudah memberikan isyarat agar aku keluar dari
ruangan itu, namun aku terlalu nyaman tinggal di tempat itu hingga aku terlalu
terlambat untuk menyadari bahwa ruangan itu akan dimatikan penerangannya.
Sampai pada saat dimana lampu itu benar-benar mati, dan aku
belum sempat keluar dari ruang itu dan aku terjebak di ruangan yang gelap itu.
Sebenarnya aku pun masih ragu, apakah aku benar-benar
terperangkap disitu, atau aku sengaja membiarkan diriku terperangkap di ruang
itu, ya mungkin karena tempat itu terlalu nyaman untukku hingga aku tidak mau keluar
dan terperangkap di ruang itu yang sekarang menjadi ruangan yang gelap.
Akupun mencoba mencari cara untuk keluar dari tempat itu, hamper
semua cara, aku meraba dinding, aku merangkak di ubin, bahkan aku mencoba
membuat cahaya sendiri, namun entah kenapa semua itu seperti sia-sia, dimana di
satu sisi aku ingin keluar dari kegelapan itu, tetapi disisi lain aku terlalu sayang
untuk meninggalkan tempat senyaman ini.
Hingga pada suatu masa, kau hidupkan kembali cahaya itu,
kecil, redup, dan remang…ya, itulah cahaya yang datang secara tiba-tiba,
walaupun cahaya itu redup, tapi setidaknya aku sangat bahagia karenanya, sebahagia
manusia yang 3 hari tidak makan, lalu menemukan gundukan makanan, setidaknya
aku mampu sedikit melihat dengan cahaya itu, dan aku semakin tau dimana posisi
pintu keluar dari ruang itu.
Tapi kembali, aku terlalu nyaman di ruang itu, ketika kau
hidupkan kembali lampu itu aku malah berfikir apakah aku akan kembali tinggal
di ruang itu dan menikmati penerangan yang ada, yang kemungkinan pun semakin
terang cahayanya ??
Cahayanya redup, tapi aku benar-benar bahagia mendapatkan
cahaya itu, aku tidak tau dibalik semua ini, dibalik kau hidupkan lagi cahaya
ini, apakah kau akan membiarkan aku untuk tetap tinggal di ruang itu atau malah
kau akan membantuku menuju jalan keluar dari ruangan yang dulu kau izinkan aku
untuk memasukinya ??
No comments:
Post a Comment