11.12.2012

Sebentuk Ruang dan penerangannya !!!



Dulu, sebelum waktu berjalan terlalu laju sampai saat ini, kau pernah membuka sebuah pintu, ya.. pintu dari sebuah ruang, dan kau persilahkan aku untuk memasukinya. Kau bawa aku untuk membuka pintu itu dengan kunci yg kau genggam, kau persilahkan aku untuk memasukinya, terhampar di depanku sebuah ruangan yang nyaman, tenang dan mambuat semua terasa indah.

Waktu pun terus melaju, kau biarkan aku tinggal dan berdiam di tempat yang sangat nyaman itu, namun semakin hari lampu di ruang itu semakin meredup, ya..semakin kesini semakin berkurang cahaya yang ada pada ruangan itu, hingga sampai pada saat dimana lampu itu benar-benar mati !.
Aku tau, saat semua penerangan di ruang itu kau redupkan hingga akhirnya kau matikan, kau sudah memberikan isyarat agar aku keluar dari ruangan itu, namun aku terlalu nyaman tinggal di tempat itu hingga aku terlalu terlambat untuk menyadari bahwa ruangan itu akan dimatikan penerangannya.
Sampai pada saat dimana lampu itu benar-benar mati, dan aku belum sempat keluar dari ruang itu dan aku terjebak di ruangan yang gelap itu.

Sebenarnya aku pun masih ragu, apakah aku benar-benar terperangkap disitu, atau aku sengaja membiarkan diriku terperangkap di ruang itu, ya mungkin karena tempat itu terlalu nyaman untukku hingga aku tidak mau keluar dan terperangkap di ruang itu yang sekarang menjadi ruangan yang gelap.
Akupun mencoba mencari cara untuk keluar dari tempat itu, hamper semua cara, aku meraba dinding, aku merangkak di ubin, bahkan aku mencoba membuat cahaya sendiri, namun entah kenapa semua itu seperti sia-sia, dimana di satu sisi aku ingin keluar dari kegelapan itu, tetapi disisi lain aku terlalu sayang untuk meninggalkan tempat senyaman ini.

Hingga pada suatu masa, kau hidupkan kembali cahaya itu, kecil, redup, dan remang…ya, itulah cahaya yang datang secara tiba-tiba, walaupun cahaya itu redup, tapi setidaknya aku sangat bahagia karenanya, sebahagia manusia yang 3 hari tidak makan, lalu menemukan gundukan makanan, setidaknya aku mampu sedikit melihat dengan cahaya itu, dan aku semakin tau dimana posisi pintu keluar dari ruang itu.
Tapi kembali, aku terlalu nyaman di ruang itu, ketika kau hidupkan kembali lampu itu aku malah berfikir apakah aku akan kembali tinggal di ruang itu dan menikmati penerangan yang ada, yang kemungkinan pun semakin terang cahayanya ??

Cahayanya redup, tapi aku benar-benar bahagia mendapatkan cahaya itu, aku tidak tau dibalik semua ini, dibalik kau hidupkan lagi cahaya ini, apakah kau akan membiarkan aku untuk tetap tinggal di ruang itu atau malah kau akan membantuku menuju jalan keluar dari ruangan yang dulu kau izinkan aku untuk memasukinya ??

[+/-] Selangkapnya...